Amanat Jaksa Agung Pada Upacara HBA ke-57 Tahun 2017

AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA UPACARA PERINGATAN HARI BHAKTI ADHYAKSA KE-57 TAHUN 2017

Sabtu, 22 Juli 2017

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Om Swastiastu,

Namo Budhaya,

Salam Kebajikan,

 

Segenap Insan Adhyaksa di Seluruh Penjuru Tanah Air dan dimanapun yang Saya Cintai dan Banggakan,

Para Peserta Upacara, segenap hadirin serta undangan  yang Saya hormati,

Dalam suasana demikian membahagiakan dan penuh suka cita ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas limpahan rahmat, karunia perlindungan, kekuatan, petunjuk dan bimbingan-Nya kita masih diberi kesempatan berkarya, menjalankan pengabdian bagi bangsa dan negara dan saat ini bersama-sama kita dapat memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-57, tanggal 22 Juli tahun 2017 ini.

Ditilik dari rentang perjalanan waktu yang relatif cukup lama dan panjang, maka usia 57 tahun sudah barang tentu tidak lagi harus dianggap sebagai masih  muda, hingga sudah selayaknya setiap kali memperingati HBA seperti ini harus dijadikan moment untuk melakukan evaluasi, perenungan dan introspeksi diri atas apa-apa yang selama ini telah kita lakukan, kita dharmabaktikan dan dedikasikan serta persembahkan bagi bangsa dan negara ini. Dan hal apa pula yang masih kurang dan harus diperbaiki. Hal tersebut menjadi sangat penting dan harus dimaknai sebagai sebuah kebutuhan oleh segenap jajaran Kejaksaan selaku aparatur pemerintahan dan negara, yang pada saat sama juga menjadi bagian dari badan peradilan yang tugas dan posisinya merepresentasikan kepentingan umum dan masyarakat yang semuanya wajib dilayani dan diwakili melalui penegakan hukum yang mencerminkan keadilan dan menjunjung tinggi kebenaran, sebagai salah satu syarat mutlak terwujudnya tujuan nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan hukum.

Saudara-saudara sekalian, para hadirin peserta upacara yang Saya Hormati,

Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2017 kali ini mengangkat tema besar dan penting, yakni “SATU TUJUAN, SATU SIKAP, SATU HATI UNTUK NEGERI”, yang masih sejalan dengan tema peringatan Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia Tahun 2017 yakni ”72 Tahun Indonesia Kerja Bersama”. Saya menilai kedua tema tersebut memiliki spirit yang sama, tentang perlu diwujudkannya sebuah harmoni dalam bingkai kebersamaan yang merupakan prinsip utama dan harus dimiliki di tengah keberagaman dan kebhinekaan kehidupan berbangsa dan bernegara agar senantiasa bersatu padu, saling melengkapi, bahu-membahu, satu tujuan, satu sikap, satu hati dan seirama dalam sebuah orkestrasi memainkan Lagu Kebangsaan dan Lagu Korps yang indah, nyaring dan sempurna. Yang dalam hal ini adalah bagaimana melalui tugas dan fungsi masing-masing, bersama-sama kita berperan aktif mensukseskan pembangunan nasional sebagai ikhtiar mewujudkan masyarakat adil, makmur, aman dan sentosa. Harmoni kebersamaan yang dirajut dan didasari kesamaan pandang itu pulalah yang diyakini akan dapat mengantarkan negeri ini menjadi bangsa berdaulat, bermartabat dan terhormat di tengah pergaulan masyarakat negara dan bangsa-bangsa lain di dunia.

Dan dikaitkan serta sejalan dengan realitas, kondisi obyektip dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat dewasa ini,  setidaknya terdapat 3 (tiga) hal pemikiran, yang patut mendapat perhatian kita bersama.

Pertama, Kejaksaan sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan kewenangan lain berdasarkan undang-undang adalah satu dan tidak terpisahkan. Oleh sebab itu membangun kesamaan tujuan, kesamaan sikap dan kesamaan hati serta pemikiran adalah untuk lebih menegaskan jati diri, yang merupakan refleksi dari asas een en ondeelbaar, di samping juga mengandung makna untuk selalu mengingatkan kepada segenap Insan Adhyaksa tentang arti penting  keterpaduan antara pikiran, sikap dan tindakan, baik pada saat sedang mengemban amanah melaksanakan tugas, kewenangan, tanggung jawab dan kewajiban maupun saat berada di tengah masyarakat dalam kehidupan keseharian.

Kedua, jajaran Kejaksaan dalam upaya memberikan kontribusi positif dan maksimal atas pelaksanaan pembangunan harus bersikap pro aktif mencurahkan potensi, tenaga dan pikiran  sepenuhnya dalam mendukung dan mengamankan proses pembangunan nasional agar memberi manfaat dan hasilnya segera benar-benar dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat.

Ketiga, bahwa penegakan hukum tidak semata-mata bersifat represif dan retributif yang lebih dimaksudkan untuk memidanakan pelakunya saja, melainkan harus pula memberikan manfaat besar lain bagi kesejahteraan masyarakat dengan bertolak pada paradigma restoratif, korektif dan rehabilitatif. Yang untuk itu semua maka hal dan pesan apa yang harus kita bangun dan perlukan, tiada lain adalah adanya kesamaan dalam menentukan tujuan, kesepakatan dalam mengambil sikap dan keteguhan hati untuk melakukan pengabdian terbaik bagi Negeri.

Satu Tujuan dimaknai sebagai adanya kesatuan arah, visi dan misi, sehingga pelaksanaan tugas penegakan hukum dan tugas-tugas lainnya oleh segenap jajaran Adhyaksa semata-mata ditujukan dalam rangka mewujudkan keadilan dan kebenaran yang memberikan kepastian sekaligus kemanfaatan nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Satu Sikap dimaknai sebagai adanya kesatuan gerak langkah dan tindakan untuk menjamin dilaksanakannya setiap tugas dan fungsi penegakan hukum oleh insan Adhyaksa dengan sungguh-sungguh, dengan baik, dengan benar, dengan profesional dan proporsional demi meningkatkan kinerja, kuantitas dan kualitas pelayanan bagi masyarakat pencari keadilan.

Satu Hati berarti setiap insan Adhyaksa berkomitmen akan bekerja dengan penuh keikhlasan, ketulusan dan kejujuran disertai kesadaran diri bahwa dengan demikian akan terhindar dari keterpaksaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, walau sesulit dan seberat apapun. Serta tidak pula menyimpan agenda lain untuk lebih mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok ataupun golongan yang rentan mendorong terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan. Ketika pekerjaan itu dilakukan dengan penuh kecintaan, keikhlasan dan ketulusan, maka hasilnya akan lebih optimal dan mendatangkan kepuasan karena telah memberikan manfaat  bagi masyarakat dan sesuai kehendak dan harapan bersama.

Saudara-saudara segenap Keluarga Besar Adhyaksa yang saya cintai dan banggakan,

Sebagai penegak hukum, tentunya kita  tidak saja harus mampu melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi tidak kalah penting dari itu adalah harus mampu pula mencegah agar sebuah kejahatan tidak terjadi, agar penyimpangan tidak dilakukan. Sesuatu yang mesti diperhatikan sebagai bentuk upaya perlindungan terhadap segenap aspek kehidupan secara menyeluruh kepada masyarakat. Dalam hal ini, Kejaksaan berada dalam posisi menjalankan peran sebagai neraca penyeimbang antara keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan, sehingga penegakan hukum haruslah seiring dan tidak boleh menghambat jalannya pembangunan yang akan terus dilanjutkan. Hal tersebut penting, mengingat pembangunan nasional sebagai sarana dan upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat harus semakin giat dilakukan yang untuk itu mutlak perlu ditopang pengawalan, pendampingan dan penegakan hukum yang kuat, tegas dan jelas namun tepat dan bermanfaat.

Warga Adhyaksa yang Saya Banggakan

Berdasarkan pemahaman tersebut, maka tidak ada jalan dan pilihan lain bagi kita, selain senantiasa harus menyatukan arah, pikiran, sikap dan tindakan untuk berbuat dan melakukan yang terbaik dalam melaksanakan pengabdian yang melekat pada tugas dan kewenangan kita. Keniscayaan ini dikarenakan penegakan hukum yang menjadi salah satu  tanggung jawab utama Korps Adhyaksa saat ini dan di masa-masa mendatang dipastikan bukan semakin sederhana dan mudah, namun semakin sulit, pelik dan kompleks, terlebih di tengah dinamika berbagai peristiwa dan persoalan di bidang politik, ekonomi, hukum, keamanan maupun adanya beragam permasalahan sosial lainnya yang mewarnai dan harus dihadapi.

Salah satu tantangan dalam penegakan hukum khususnya pemberantasan tindak pidana korupsi, adalah terkait adanya perubahan regulasi serta berbagai varian dan norma hukum baru yang lebih memberi perlindungan dan terkesan berlebihan mengedepankan kepentingan tersangka, terdakwa maupun terpidana sedangkan di sisi yang berbeda berdampak terabaikannya perhatian terhadap hak dari korban kejahatan dan juga negara yang diwakili oleh aparat penegak hukum. Sementara itu regulasi dan norma hukum baru tersebut haruslah tetap ditaati dan dilaksanakan sebagaimana adanya. Oleh sebab itu, seperti apa yang sering saya nyatakan bahwa menghadapi situasi dan kondisi sedemikian tidak boleh membuat kita menjadi pasrah dan menyerah, namun sebaliknya justru harus memacu diri kita untuk bekerja lebih baik, lebih tertib, cermat, sepenuh hati dan semangat.

Hal tersebut masih ditambah pula  dengan maraknya perlawanan balik para pelaku kejahatan, corruptor strike back dalam berbagai bentuk, dan upaya atau cara, dimaksudkan untuk membangun opini menggunakan berbagai media, baik elektronik, cetak maupun media daring lainnya. Sengaja membuat dan menyampaikan berita-berita yang bukan hanya tidak faktual tapi tidak jarang juga menyesatkan, mengandung fitnah dan jauh dari kebenaran. Dilakukannya pula aksi demonstrasi, unjuk rasa dan pengerahan massa, dengan tuduhan kriminalisasi maupun politisasi serta tindakan lain kekisruhan yang menimbulkan kegaduhan, tidak harus juga membuat kita terpancing, kehilangan konsentrasi, menyurutkan langkah atau takut bertindak dan takut menyatakan sikap. Semua dinamika itu hendaknya kita hadapi dengan penuh ketenangan, tetap terkontrol sekaligus dijadikan sebagai bahan evaluasi apakah semua tindakan dan apa yang kita lakukan sudah benar, tidak terjadi kesalahan,  kekurangan dan kekeliruan.

Insan Adhyaksa yang Saya Banggakan

Masih berkenaan dengan itu, sekali lagi kembali saya serukan agar segenap jajaran Kejaksaan selaku Aparat Negara Penegak Hukum tidak boleh kehilangan rasa percaya diri, harus tetap tegar, tetap menunjukkan kinerja yang lebih profesional, lebih sungguh-sungguh, obyektif dan lebih proporsional.

Pada kesempatan ini, saya ingin memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada saudara-saudara yang telah bekerja keras penuh integritas dan telah mengangkat citra, nama baik institusi kita. Ucapan dan penghargaan yang sama juga kita sampaikan kepada semua pihak yang telah menaruh perhatian, bantuan, dukungan dan kerjasamanya yang menjadikan Jajaran Kejaksaan dapat melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya seperti sekarang ini.

Karena syukur alhamdulillah berkat upaya dan kerja keras bersama kita selama ini, telah membuahkan hasil yang cukup menggembirakan, antara lain dengan diperolehnya penilaian dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dalam pengelolaan keuangan dan anggaran maupun penilaian dengan predikat B dalam hal pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB. Selain itu, masih ada hal lain yang cukup membanggakan adalah adanya pengakuan dari lembaga penggiat anti korupsi bahwa selama rentang waktu 2016-2017, Kejaksaan dinyatakan lebih banyak melakukan penyidikan dan berhasil mengungkap perkara korupsi dibandingkan lembaga penegak hukum lainnya.

Seluruh capaian tersebut, tentunya haruslah kita syukuri namun demikian hendaknya jangan sampai pula membuat kita lalu menjadi  terlarut, berhenti berbuat dan cepat berpuas diri, karena jujur harus diakui tentang masih banyaknya hal yang harus kita perbaiki dan benahi bersama. Kita masih belum sepenuhnya melewati masa-masa dimana Kejaksaan masih kurang mendapat kepercayaan dari masyarakat, sehingga berbagai hal positif yang selama ini telah kita lakukan sepertinya masih belum cukup dipandang sebagai sesuatu yang berati. Untuk itu rasanya kita masih perlu bersabar sambil tetap harus melakukan introspeksi, evaluasi dan tetap gigih berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada lembaga kita dengan bersama-sama berbuat, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik dan lebih baik lagi. Karena sebenarnyalah belum kembali sepenuhnya kepercayaan masyarakat itu semata-mata antara lain  disebabkan dari dampak adanya perbuatan, sikap dan perilaku sementara oknum di lingkungan kita yang masih belum meninggalkan “paradigma lama” yang dalam menjalankan tugasnya secara sengaja atau tidak telah menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan yang diembannya.

Oleh karenanya, dalam memperingati HBA kali ini, tiada henti saya mengingatkan dan mengajak semuanya agar pandai menjaga diri dan lingkungan kerja masing-masing, meneguhkan tekad dan komitmen bersama, untuk memperbaiki citra seraya terus berupaya meningkatkan prestasi, dedikasi dan pengabdian, menghindarkan diri melakukan berbagai tindakan yang justru melanggar hukum dan perbuatan tercela lainnya. Kita semua yakin dan percaya bahwa hanya melalui upaya dan melakukan hal-hal seperti itu, pada saatnya kelak Kejaksaan akan kembali menjadi institusi penegak hukum yang tidak hanya dikenal, dibutuhkan dan dinginkan kehadirannya, tetapi juga dipuji, dicintai dan dibela oleh masyarakat.

Para Peserta Upacara di Seluruh Penjuru Nusantara dan yang sedang bertugas dimanapun yang Saya Cintai,

Sebagai salah satu komponen dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sebagai bagian dari sistem penegakkan hukum, Kejaksaan juga harus terus meningkatkan koordinasi, kerjasama dan bersinergi dengan berbagai stakeholder khususnya aparat penegak hukum lain, agar tugas dan tujuan penegakan hukum dilaksanakan dan terselenggara dengan baik sesuai harapan bersama. Meski demikian, tetap ada hal-hal prinsip yang perlu selalu mendapat perhatian, yakni identitas Korps yang harus tetap dijaga dan jangan diabaikan. Obsesi untuk menempatkan diri sebagai penjuru, contoh dan acuan dalam penegakan hukum sudah barang tentu tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan dengan menunjukkan kemampuan dan kelebihan dibanding dengan yang lain.

Untuk itu harus diawali dengan kesadaran bersama di lingkungan kita agar mampu menghilangkan sekat dan pengkotakan diri dalam memandang tugas yang tidak jarang akan lebih mudah dan lebih berhasil optimal tatkala dikerjakan bersama oleh satuan unit kerja yang relevan dengan masalahnya. Karena bukankah hal ini sesuai dan selaras dengan jati diri bahwa kita adalah satu dan tidak terpisahkan. Tanamkan dalam sanubari saudara sumpah setia itu sebagai modal dasar untuk memupuk, memelihara dan menjaga terus kebersamaan, kesatuan, persatuan dan kerukunan. Bagaikan lima jari di kedua tangan kita, masing-masing memiliki fungsi dan perannya sendiri, namun ketika digunakan bersama-sama secara serentak, akan menjadi sebuah kekuatan sempurna dan memudahkan ketika harus memegang dan mengangkat beban yang akan dilakukan.

Segenap Warga Adhyaksa yang Saya Banggakan,

Selain hal-hal yang telah saya kemukakan tadi, di akhir sambutan pada HBA ke-57 ini, saya menyampaikan Perintah Harian, untuk diperhatikan dengan baik dan cermat, untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagai petunjuk arah dan acuan dalam pelaksanaan tugas kepada seluruh jajaran Keluarga Besar Adhyaksa dimanapun berada dan bertugas, sebagai berikut:

  1. SATUKAN TEKAD, SIKAP, TINDAKAN DAN SEMANGAT  UNTUK MEWUJUDKAN KEJAKSAAN YANG DIPERCAYA, DICINTAI, DIBUTUHKAN DAN DIINGINKAN KEHADIRANNYA OLEH MASYARAKAT.
  2. TANAMKAN INTEGRITAS DAN DISIPLIN TINGGI DALAM MELAKSANAKAN SETIAP TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB,   MENGUTAMAKAN KEJUJURAN SERTA MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN DAN  MENGHINDARKAN DIRI DARI PERBUATAN TERCELA SEBAGAI INSAN ADHYAKSA YANG TERPUJI, TERPERCAYA DAN BERMARTABAT.
  3. TINGKATKAN KEMAMPUAN DAN PROFESIONALITAS AGAR SIAP DAN MAMPU MENGATASI SEGALA KENDALA, TANTANGAN DAN HAMBATAN DEMI TERLAKSANANYA PENEGAKAN HUKUM YANG BAIK DAN BENAR MEMENUHI EKSPEKTASI DAN HARAPAN BESAR RAKYAT.
  4. KAWAL, DUKUNG DAN AMANKAN SEMUA PROGRAM PEMBANGUNAN YANG HARUS TETAP TERJAGA KELANJUTAN DAN KEBERHASILANNYA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, TANPA PAMRIH, CERMAT DAN PENUH SEMANGAT.
  5. PUPUK DAN TUMBUH KEMBANGKAN AGAR SEMANGAT KESATUAN PERSATUAN, SOLIDITAS DAN KEBERSAMAAN DALAM IKATAN JIWA KORPS ADHYAKSA YANG KOKOH KUAT, SALING MENGINGATKAN UNTUK MELAKUKAN  YANG TERBAIK BAGI MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA  TETAP TERJAGA DAN MENINGKAT.

 

Warga Adhyaksa yang Saya Cintai

Akhirnya, Saya ucapkan Selamat disertai doa dan harapan semoga semakin baik, kuat dan Jayalah Korps Adhyaksa, sejak awal perjalanan usia dan kiprahnya hingga saat ini, semoga pula Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, rahmat dan ridhaNya kepada segenap Keluarga Besar Adhyaksa dan kita semua dalam memenuhi panggilan tugas pengabdian kepada masyarakat, Bangsa dan Negara.

Dirgahayu Kejaksaan Republik Indonesia

Sekian dan terima kasih.

Wabilahitaufiq walhidayah.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua.

Om Santi Santi Santi Om.

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

M. PRASETYO