Babak Sidang Tindak Pidana Korupsi penggunaan bahan bakar solar untuk operasional prooduksi air PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu

        Hari Rabu, 27/02/2019  pukul 11.00 WIB, penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Tanjung Batu melakukan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti  (Tahap II) tersangka Novie Irwien bin Anuar dan Zulkarnain, S.E. bin Kamaruddin terkait  dugaan Tindak Pidana Korupsi penggunaan bahan bakar solar untuk operasional prooduksi air  PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu tahun 2016/2017 di Kantor Kejaksaan Negeri Karimun di Tanjung Balai.

        Setelah proses Tahap II selesai dilakukan di Kejaksaan Negeri Karimun, kemudian para tersangka dilakukan pemindahan penahanan ke Rutan Kelas I Tanjung Pinang dengan di dampingi 2 (dua) orang petugas Kepolisian dari satuan Polsek Kundur, Untuk sidang perkara Tindak Pidana Korupsi yang menjerat tersangka Novie dan Zulkarnain, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Tanjung Pinang telah mengeluarkan penetapan hari sidang pada hari Senin, 11/03/2019 dengan agenda pembacaan dakwaan dengan nomor Penetapan No. 6/Pid.Sus-TPK/2019/PN. Tpg.

IMG-20190304-WA0015

Para Tersangka dikawal oleh anggota Polri

Kronologis Tipikor PDAM :

        Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Karimun dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karimun Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Karimun, didirikan dengan tujuan untuk menyelenggarakan usaha pengelolaan Air Minum bagi kepentingan umum dalam jumlah mutu yang memadai serta usaha lainnya dibidang air minum, yang mana Modal dasar PDAM Tirta Karimun cabang Tanjung Batu berasal dari penyertan modal daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) sebagai kekayaan daerah yang dipisahkan;

         Dalam menyelenggarakan usaha pengelolaan air bersih, PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu diduga terdapat adanya penyimpangan dalam hal penggunaan dana bahan bakar solar untuk operasional produksi air bersih, yang mana dilakukan dengan modus operandi, Novie Irwien selaku Operator Produksi atas perintah dan persetujuan dari Zulkarnain selaku Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu melakukan penyalahgunaan anggaran bahan bakar solar dengan cara melakukan permohonan jumlah penggunaan solar yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya serta membuat laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan fakta belanja yang sebenarnya, yang mana Novie Irwien memanipulasi nota belanja solar/ melakukan mark-up jumlah dan harga solar;

         adapun Realisasi penggunaan anggaran bahan bakar solar Tahun 2016 Rp. 214.600.000,- dan Tahun 2017 Rp. 411.150.000,- yang diajukan setiap bulan oleh Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun di Tanjung Batu menggunakan call report dan LPJ yang tidak sesuai dengan fakta belanja sebenarnya dan fakta konsumsi solar yang sebenarnya;

         Adapun modus manipulasi nota yang dilakukan oleh Novie Irwien Bersama-sama dengan Zulkarnain adalah dilakukan dengan metode :

    1. Bahwa pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober 2017, Zulkarnanin selaku kepala Cabang PDAM Tirta Karimun di Tanjung Batu memerintahkan Novie Irwien untuk melakukan pembelian serta pembayaran atas belanja bahan bakar solar untuk PDAM Tirta Karimun cabang Tanjung Batu
    2. Pada bulan Mei tahun 2016 sampai dengan bulan Oktober 2017, Novie Irwien dengan cara bersama-sama dengan Zulkarnain melakukan manipulasi nota dan dilakukan mark up baik pada jumlah solar yang dibeli maupun harganya. Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara Novie Irwien selaku operator produksi atas perintah dan atau persetujuan Zulkarnain selaku kepala cabang PDAM Tirta Karimun meminta nota kosong dan tandatangan kepada salah satu Kios BBM yaitu Kios Sapriadi kemudian Novie Irwien menulis sendiri jumlah dan harga solar dalam nota tersebut yang mana tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Ada juga modus lain yang dilakukan dengan membeli nota kosong di toko buku kemudian dibuat nota sendiri/nota palsu atas nama Kios Nando serta memalsukan tandatangan nama pemilik kios, sedangkan sebenarnya kios bahan bakar solar tersebut adalah telah tutup sejak awal tahun 2016 serta tidak pernah menjual solar ke PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu
    3. Kemudian pada bulan Oktober 2017 sampai dengan bulan Desember tahun 2017, Zulkarnain melakukan belanja solar pada Kios Alesha. Khusus pada belanja pada kios Alesha ini, ditemukan adanya kecurangan yaitu harga yang dipertanggungjawabkan pada nota adalah Rp.7.500 rupiah perliter, namun faktanya adalah Rp.7000 per liter, yang mana selisih harga tersebut adalah dinikmati oleh Zulkarnain selaku kepala Cabang PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu. Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa terjadi juga penyimpangan serupa yang mana penggunaan solar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

IMG-20190304-WA0016

Proses Tahap II terhadap para tersangka

        Ketidak efektifan penggunaan bahan bakar solar dengan membandingkan antara kebutuhan lapangan real ( Uji validitas ) dengan pembelian solar yang telah dilakukan telah mengarah pada tindakan pemborosan akibat Fraud ( Kesengajaan kesalahan ) yang merugikan Keuangan PDAM Tirta Karimun sebagai sumber biaya, Total Potensi kerugiaan yang timbul akibat selisih penggunaan bahan bakar solar pada Operasional IPA Tempan untuk produksi air dan distribusi air tahun 2016 dan tahun 2017 adalah sebesar Rp. 399.514.212,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Empat Belas ribu dua ratus dua belas rupiah).