Hingga Juli 2017, Nilai Proyek Yang Didampingi TP4D Kejati Sulselbar Capai 7,7 T

Jaksa Menyapa – Keberadaan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) di wilayah Kejaksaan Tinggi Sulawesi semakin mendapat sambutan positif dan kepercayaan dari segenap komponen masyarakat dan pelaku pembangunan.

Ini bisa dibuktikan dengan kian banyaknya proyek atau kegiatan yang didampingi TP4D Kejati Sulselbar serta jumah instansi yang mengikuti program TP4D ini. Nilai anggaran proyek yang didampingi bahkan menyentuh angka Rp 7,7 triliun.

Rinciannya, sampai dengan bulan Juli 2017, TP4D Kejati Sulselbar telah melakukan pendampingan terhadap 99 kegiatan yang terdapat di 24 instansi pemerintah/BUMN/BUMD di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, dengan jumlah total anggaran sebesar Rp 6.638.770.262.345.

Capaian tersebut diimbangi pula dengan pendampingan yang dilakukan oleh Tim TP4D Kejaksaan Negeri se-Sulsebar. Berdasarkan data yang terhimpun pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, pada semester I Tahun 2017 pendampingan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Se-Sulselbar telah mencapai 126 Kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 1.168.379.359.019.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dari jumlah pendampingan di seluruh Kejaksaan Negeri se-Sulselbar pada tahun 2016 sebesar 142 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 713.071.425.356.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat Dr Jan Samuel Maringka menjelaskan program Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) ini dibentuk berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor : KEP-152/A/JA/10/2015 tanggal 1 Oktober 2015.

“Ini merupakan sebuah paradigma baru di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi.Disebut paradigma baru karena kini tidak lagi bertumpu semata-mata pada upaya penindakan melainkan secara aktif ikut mengawal, mengamankan dan mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya preventif dan persuasif,” ujar Jan Maringka. (gus)