Ini Hasil Pantauan Kejari Pangkep soal Penggunaan ADD

oleh

Alokasi dana desa (ADD) Rp 2 miliar setiap desa di Kabupaten Pangkep, dinilai Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep Firmansyah Subhan, SH sangat rawan diselewengkan.

Hal ini diungkapkan Firmansyah di sela-sela open house di halaman belakang Rujab Kejari, Minggu (25/6).

Makanya menurut Kejari Pangkep, pihaknya akan terus melakukan pengawasan. “Jumlah kisaran demikian sangat besar dan sudah barang tentu pertanggungjawabannya pasti besar,” kata Firmansyah.

Firmansyah menjelaskan jika kelemahan mendasar dari pengelolaan dana desa adalah administrasi pelaporan. “Ada temuan kami diranah penyidikan ADD saat ini. Pihak desa sudah menyelesaikan program fisik, namun belum merampungkan pelaporan secara administrasi. Semestinya indikasi penyelewengan bisa dihindari jika pekerjaan dan pelaporan administrasi sesuai dengan kondisi ril di lapangan, ” jelasnya. (sumber : beritakota)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *