Ini Pesan Cak HJ Sebelum Meninggalkan Kejati Sulselbar

Jaksa Menyapa – Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat Dr Heri Jerman SH MH akan segera menduduki jabatan baru sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jam Pidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Jabatan barunya itu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung RI Nomer KEP-254/A

Dulu….

/JA/06/2017 tertanggal 16 Juni 2017. “Alhamdulillah barokah Ramadan, saya dipromosikan menjadi koordinator pada Jam Pidum Kejagung, ” ucap Heri Jerman.

Pria kelahiran Situbondo 15 Oktober 51 tahun lalu itu layak mendapat promosi setelah pada Februari 2017 lalu mendapat kanaikan golongan, dari golongan IV/b Jaksa Utama Pratama menjadi golongan IV/c Jaksa Utama Muda melalui SK BKN Nomor :  00002/KEP/AA/15001/17 tanggal 09-02-2017.

Menghabiskan masa sekolah dasar hingga SMA di Situbondo – sekitar 5 hingga 6 jam perjalanan darat dari Surabaya – Heri Jerman kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Janabadra, Jogjakarta. Di Jogjakarta inipula, Heri meniti karir di Kejaksaan. Melalui SK nomor KEP-i-229/c.4/06/93 tertanggal 26 Juni 1993, Heri menjadi CPNS di Kejati DI Jogjakarta. Empat tahun berselang, tepatnya 19 Februari 1997 diangkat menjadi jaksa fungsional di Kejati DIY.

Sertijab Aswas Kejati Sulselbar 12 Juni 2015

Jabatan struktural pertama ia lalui di Kejari Negara, Bali,  sebagai Kasubsi Sospol (1999), menjabat Kasi Datun di Kejari Probolinggo (2001) dan di Kejari Tanjung Perak (2002). Pada 17 September 2004 Heri Jerman menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja, tiga tahun kemudian menjadi Asisten Pengawasan Kejati Nusa Tenggara Timur dan pada 25 Mei 2010 kembali menjabat kajari di Kejaksaan di Kejari Banyuwangi. Setahun berselang menjabat Kabag Tata Usaha di Sekretariat Jamdatun di Kejaksaan Agung. Pada 12 Juni 2015, Heri dilantik menjadi Asisten Pengawasan Kejati Sulselbar.

Sosok Heri Jerman sangat mudah dikenali di lingkungan Kejaksaan. Nama Heri Jerman menjadi satu diantara nama unik yang ada di Kejaksaan, karena dari sekitar 26 ribu pegawai Kejaksaan, hanya satu yang bernama Heri Jerman.

Heri Jerman juga dikenal mahir sulap. Lihat saja ketika pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 55 tahun 2015 silam. Aula Kejati Sulsel gempar ketika ia menunjukkan ‘kesaktiannya’ memakan silet. Atraksi sulapnya ini bahkan dimuat di Koran Tempo.

Pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-57 tahun 2017 ini, lagi-lagi Heri menunjukkan kemahirannya. Usai menjadi inspektur upacara di kantor Kejari Palopo, Heri melakukan atraksi mengendarai motor dengan mata tertutup serta menebas batang pisang juga dengan mata tertutup.

Soal kedisiplinan jangan ditanya lagi.  Saat melakukan sidak, seorang kasi pidum di Kejari Jeneponto pernah dijewer telinganya karena menyalahi SOP. Beberapa hari kemudian, Heri kembali melakukan sidak di tempat yang sama untuk memastikan apakah ada perubahan atau tidak. Kali ini ia mendapati sejumlah jaksa dan pegawai telat masuk kantor.

Bahkan dua di antara jaksa perempuan yang ada di Kejari itu sempat pingsan. Dua jaksa ini tidak bersepatu dinas dan tidak berseragam dinas sebagaimana mestinya. Pegawai yang telat dihukumnya dengan cara dijemur.

Maafkan aku, tidak ada maksud menyakiti Anda semua, tapi aku hanya bermaksud ingin melakukan perubahan untuk institusi

“Maafkan aku, tidak ada maksud menyakiti Anda semua, tapi aku hanya bermaksud ingin melakukan perubahan untuk institusi. Setiap orang semua sama, memiliki 24 jam dalam sehari, kesuksesan ditentukan pula seberapa besar Anda memanfaatkannya. Profesionalisme, integritas, bekerja cerdas, bekerja iklas, jadikan kunci keberhasilan tugas,” ujar Heri.

Sejumlah terobosan juga pernah ia lakukan, diantaranya membangun aplikasi pendataan pegawai online untuk memantau aktivitas dan kedisplinan jaksa dan pegawai kejaksaan se-Sulselbar. Sistem ini terbukti ampuh mempermudah pengawasan, efisien serta efektif.

Terobosan ini kemudian mendapat apresiasi dari Jaksa Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung yang memberikan predikat terbaik dan menjadi role model bidang pengawasan kejaksaan seluruh Indonesia.

Kini, setelah lebih dari 780 hari bertugas di Kejati Sulselbar, Heri Jerman mohon pamit kepada seluruh staf dan pimpinan Kejati se-Sulselbar.

“Perpisahan mengajarkan kepada kita untuk menghargai bahwa setiap detik kebersamaan adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Saya pergi ke tempat yang baru untuk mencari dan menggapai sesuatu yang baru itu juga semua karena dukungan anda semua,” ujar Heri melalui video singkat yang ia bagikan ke sejumlah rekan-rekannya.

Dalam video singkat itu, Heri juga memberikan kesan dan pesan. “Masa tugas bersama telah kita lewati, yang pasti Anda semua se-Sulselbar akan tetap selamanya ada di kehidupanku. Kenangan manis, kenangan indah dan kenangan saat kita masih bersama akan abadi tak akan lekang oleh waktu,” ujarnya.

“Saatnya saya ucapkan Sayonara tuk semuanya se-Sulselbar yang akan selalu aku banggakan, pastikan kita akan bertemu lagi. Saya berharap semangat dan kreativitas anda tetap menjadi inspirasi serta motivasi kerja bagi bidang yang lain. Ini bukan untuk akhir sebuah pertemanan, kelak akan berlanjut dengan kenangan,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri videonya, Heri yang menyebut namanya dengan sebutan Cak HJ menyelipkan sebuah pesan. “Pribadi yang sukses adalah insan yang membawa kesuksesan, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga institusinya,” pesan Cak HJ dengan latar belakang belakang sebuah bandara dan pesawat yang siap terbang.

“Animus Facit Nobilem (Dengan semangat akan melahirkan hal yang mulia),” Cak HJ menutup videonya.

Selamat bertugas di tempat yang baru….