Inilah Sejarah Hari Lahir Kejaksaan RI

Tidak ada komentar 1146 views

Jaksa Menyapa – Kejaksaan Republik Indonesia sejatinya telah ada sejak kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 silam. Dua hari setelahnya, yakni tanggal 19 Agustus 1945, dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) diputuskan kedudukan Kejaksaan dalam struktur Negara Republik Indonesia, yakni dalam lingkungan Departemen Kehakiman.

Namun, pada 22 Juli 1960, Kabinet Kerja I memutuskan untuk mengubah status Kejaksaan, dari lembaga non departemen yang berada di bawah Departemen Kehakiman menjadi lembaga yang berdiri sendiri.

Keputusan Kabinet Kerja I pada 22 Juli 1960 itu kemudian diperkuat dengan Keputusan Presiden No 204 tahun 1960 tanggal 15 Agustus 1960 yang berlaku surut mulai 22 Juli 1960. Selanjutnya  pada 2 Januari 1961 Menteri/Jaksa Agung Mr Gunawan dengan surat keputusan nomor Org/A.51/1 menetapkan 22 Juli sebagai hari kejaksaan.

Hari Kejaksaan 22 Juli 1960 merupakan tonggak sejarah yang mempunyai nilai penting bagi Kejaksaan, sebab tidak hanya secara formal dan material saja Kejaksaan menjadi departemen tersendiri, tetapi lebih  jauh juga memiliki dasar-dasar nilai spiritual Kejaksaan bukan hanya departemen yang mengurusi dan mengelola anggaran, personel dan administrasi sendiri tapi 22 Juli mengingatkan setiap warga Kejaksaan akan senantiasa membina semangat korps yakni tegaknya Kejaksaan sebagai korps yang ikut terjun dalam pengabdian terhadap nusa, bangsa dan negara selaku penuntut umum.

Jaksa Agung Letjen Soegih Arto yang menjabat Jaksa Agung pada April 1966 memberikan pegangan mental para pegawai Kejaksaan dalam melaksanakan tugasnya, yaitu jujur, ramah tamah dan bertanggung jawab. Ketiga pegangan mental itu kemudian disempurnakan Jaksa Agung Ali Said SH menjadi Doktrin Kejaksaan Tri Krama Adhyaksa yaitu Setya, Adi dan Wicaksana.  Selain itu juga diciptakan Panji Korps dan Doktrin Korps.

Dalam upaya mempertinggi semangat, dedikasi dan disiplin para jaksa dan kecintaan korps, Kejaksaan harus memiliki lambang dan pakaian seragam. Gagasan perwujudan lambang Kejaksaan ditetapkan dengan Keputusan Menteri/Jaksa Agung No 1/Lamb/1961/Org-A/43 tanggal 2 Januari 1961.

Kejaksaan RI terus mengalami berbagai perkembangan dan dinamika secara terus menerus sesuai dengan kurun waktu dan perubahan sistem pemerintahan. Sejak awal eksistensinya, hingga kini Kejaksaan Republik Indonesia telah mengalami 22 periode kepemimpinan Jaksa Agung.

Kini, pimpinan tertinggi korps Adhyaksa dijabat oleh Drs. H. Muhammad Prasetyo, S.H, M.H. Pria kelahiran Tuban, Jawa Timur pada 9 Mei 1947 ini mulai menjabat sebagai Jaksa Agung pada 20 November 2014.  Prasetyo juga pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Japindum) dan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung RI pada tahun 2005-2006.

Seiring dengan perjalanan sejarah ketatanegaraan Indonesia, kedudukan pimpinan, organisasi, serta tata cara kerja Kejaksaan RI, juga juga mengalami berbagai perubahan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat, serta bentuk negara dan sistem pemerintahan.

Dirgahayu Kejaksaan Agung Republik Indonesia

Satu Tujuan, Satu Sikap dan Satu Hati Untuk Negeri