Kaban Diklat Setia Untung Arimuladi Pimpin Pelepasan Diklat Revolusi Mental Angkatan V dan VI

oleh

JAKARTA-Perilaku Aparat Sipil  Negara ( ASN ) dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan pada masing-masing instansi,komitmen kepemimpian yang kuat akan mempengaruhi para aparatur dibawahnya akan mengikuti menjadi baik,demikian juga sebaliknya kepemimpinan yang lemah akan membawa perilaku bawahannya menjadi kurang baik,untuk itu perlu adanya role model atau figure kepemimpinan yang menjadi panutan.Supaya dapat menjadi role model maka perlu peningkatan kapasitas kapabiilitas dan kompetensi pada seorang pemimpin,diantaranya dengan gerakan gerakan Revolusi Mental.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan ( Kaban Diklat ) Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi saat memimpin acara pelepasan Diklat Revolusi Mental bagi pejabat eselon IV untuk pelayan public angkatan ke – V  dan VI,yang berlangsung di Aula Adhyaksa Loka Badan Diklat Kejaksaan RI ( Kampus B ),Jakarta Timur,Kamis ( 12/7/18 ) dengan diawali penyematan PIN Revolusi Mental kepada dua perwakilan dari peserta.

Kaban Diklat tegaskan,langkah melakukan Revolusi Mental biroktasi harus dilakukan dengan strategi yang tepat,,konsisten,bertahap dan komprehenshif melalui instrument penerapan system manajemen SDM aparatur yang tepat.

“ Kemajuan bangsa tidak mungkin dapat maju kalau sekedar mengandalkan perombakan institusional tanpa melakukan perombakan manusianya atau sifat mereka yang menjalankan system ini,” katanya.

Kaban Diklat berharap,Revolusi Mental melalui aspek pelatihan saat ini merupakan hal yang sangat utama sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM dan sekaligus sebagai proses investasi jangka pangjang.

“ Bagi peningkatan kinerja aparatur Negara dalam menghadapi tantangan internal bangsa dan persaingan global,” pesan Untung.

Sebagaimana diketahui,peserta Diklat Revolusi Mental telah mengakhiri pembelajarannya di Badiklat,selanjutnya tugas peserta pelatihan adalah mengimplementasikan rancangan Revolusi cara kerja yang telah disusun ditempat kerja selama satu bulan terhitung sejak pelatihan,yang pelaksanaan implementasinya dibimbing oleh Coach yang telah ditunjuk,setelah peserta melaporkan hasil pelaksanaan implementasi kepada coach dan penyelenggara Diklat,barulah peserta dinyatakan lulus dan diberikan sertifikat. ( Zer )

 

 

Sumber : Badan Diklat Kejaksaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *