Kejari Jeneponto OTT Oknum Dinas Pendidikan

oleh

Jeneponto (JaksaMenyapa.com) – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto menangkap beberapa oknum pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto.

Mereka terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kejari Jeneponto di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Jalan Abd Jalil Sikki, Kabupaten Jeneponto, Senin (22/1/2018).

Dalam OTT yang dipimpin Kepala Seksi Intelijen Kejari Jeneponto, Muhammad Nasran ini, sejumlah oknum pegawai dan kepala sekolah berserta uang tunai dan berkas diamankan ke kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Kajari Jeneponto, Darmukit menjelaskan proses penyelidikan berawal dari laporan masyarakat, terkait putusan Bupati Jeneponto tentang penetapan dan pengangkatan guru tetap atau guru non PNS.

“Kami dapatkan informasi adanya oknum yang diduga menyalahgunakan wewenang, dengan meminta sejumlah uang ketika guru-guru akan mendapatkan SK pengangkatan,” kata Kajari Jeneponto, Darmukit.

Pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyidikan, sehingga timnya langsung bergerak cepat untuk melakukan penyidikan tindak pidana korupsi tersebut. “Penyidik yang bekerja dilapangan juga telah mengamankan yang diduga sebagai pelaku, lengkap beberapa dokumen serta barang bukti sejumlah uang yang pada saat ini,” tambahnya.

Sedangkan uang yang diduga hasil pelanggaran hukum berjumlah Rp 15 juta. Juga telah diperiksa pihak-pihak terkait sebanyak 10 orang saksi yang kita mintai keterangan dan dimungkinkan masih banyak lagi, karena dalam SK Bupati ada sekita 1.125 guru tidak tetap.

“Kemungkinan saksi-saksi yang perlu kita mintai keterangan masih banyak. Sedangkan hasil penyidikan sementara diperoleh,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut juga diperlihatkan sejumlah uang pecahan Rp 100 ribu, dua ampol yang sudah terbuka masing-masing amplop berisi uang untuk SK Bupati dan SK Diknas.

Sejumlah dokumen yang disita pun diantaranya adalah SK Bupati dan SK Kepala Dinas Pendidikan, dengan motif untuk meminta sejumlah uang. “Yang patut diduga sebagai pelaku pungli baru satu orang yaitu SR (Kepala Seksi PTK SD dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto),” pungkasnya.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *