Kejati Sulsel Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Sewa Lahan Buloa

oleh
Aspidsus Kejati Sulsel Tugas Utoto

JM – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi penyewaan tanah negara di Kelurahan Buloa kecamatan Tallo Kota Makssar, Rabu (5/7/2017.

Kedua tersangka itu yakni Rusdin dan Jayanti ditahan selama 20 hari ke depan berdasarkan Surat Perintah Kepala kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor: Print 405-406/R.4.5/Fd.1/07/2017 tanggal 05
Juli 2017. Keduanya berperan sebagai penerima sewa tanah negara.

“Dalam perkara ini tersangka dalam kapasitasnya sebagai penerima sewa lahan diduga bertindak seolah-olah sebagai pemilik lahan dengan menerima sewa dari PT. PP selaku pelaksana pembangunan New Port Makassar , sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar sebesar Rp. 500.000.000,” ujar Aspidus Kejati Sulsel Tugas Utoto, Rabu (5/7/2017).

Dalam kasus ini, Kejati Sulsel telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Asisten 1 Pemkot Makassar, Muh Sabri (MS) berperan selaku fasilitator. Jayanti Ramli (JR) berperan serta mengaku sebagai pemilik lahan dan Rusdin (RD).

Tindak pidana korupsi bermula ditemukan ketika adanya penutupan akses jalan di atas tanah negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar tahun 2015 oleh salah satu tersangka.

Jayanti dan Rusdin mengakui memiliki surat garapan tahun 2003 atas tanah negara yang merupakan akses ke proyek pembangunan Makassar New Port.

Atas dasar itu, tersangka Jayanti dan Rusdin dengan difasilitasi oleh Sabri (asisten 1 kota Makassar) yang bertindak seolah olah atas nama Pemerintah kota meminta pembayaran uang sewa kepada PT.PP selaku pelaksana pekerjaan.

Uang yang diminta sebesar Rp 500 juta selama 1 tahun yang dituangkan dalam perjanjian. Padahal diketahui bahwa surat garap yg dimiliki tahun 2003 tersebut, lokasi masih berupa laut hingga di tahun 2013.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *