Kejati Sulselbar Berlakukan Absensi Online dan Buku Tamu Digital

Asisten Pengawasan Kejati Sulsel Dr Heri Jerman

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan resmi meluncurkan absensi online bagi seluruh pegawai di lingkungan Kejati Sulselbar. Absensi tersebut berfungsi memantau seluruh pegawai di Kejati Sulselbar, termasuk di 24 Kejari kabupaten/kota dan sembilan cabang kejari (Cabjari).

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulselbar, Heri Jerman menjelaskan seiring perkembangan jaman, maka teknologi informasi harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sistem absensi online ini  menggunakan dua cara yang bisa dipilih oleh masing-masing kejaksaan, apakah menggunakan sidik jari atau foto wajah.

“Absensi tersebut langsung terkoneksi ke aplikasi absensi Kejati Sulsel, termasuk di 24 Kejari kabupaten/kota dan sembilan cabang kejari” ujar Asisten Pengawasan Kejati Sulsel Heri Jerman.

Dalam mendukung program bidang Pengawasan sebagai “Prime Mover” dalam upaya pembaharuan Kejaksaan, maka paradigma yang semata-mata menempatkan aparatur bidang pengawasan sebagai “penjaga malam” yang baru bertindak apabila telah terjadi penyimpangan, jelas tidak sesuai lagi dengan tuntutan pembaharuan Kejaksaan, mengingat perbaikan pasca penyimpangan tentu tidak akan dapat sepenuhnya memulihkan kerugian yang telah terjadi, terutama dampak negatif terhadap citra institusi di mata masyarakat.

Dengan aplikasi absen berbasis online tersebut, maka dirasakan lebih memudahkan terutama bagi para Jaksa yang mengikuti sidang, untuk tidak perlu datang kembali ke kantor guna keperluan absen sore. Sebaliknya dengan aplikasi tersebut maka memudahkan bagi Pimpinan untuk melakukan pengawasan dan memantau keberadaan para Jaksa secara realtime.

“Kita fokus pada sistem kehadiran pegawai. Karena ini terkait pembayaran remunerasi. Konsekuensinya kalau mereka tidak masuk, maka ada ketentuan sekian persen yang dipotong tunjangan kinerjanya,” ungkapnya.

Absensi online merupakan salah satu bentuk pengawasan melekat untuk bisa memantau pegawai. Sebelumnya kedisiplinan pegawai dilakukan Bidang pengawasan melalui sidak ke 24 kabupaten kota. Hal tersebut dinilai kurang efektif sehingga memerlukan tambahan pegawasan. Aswas Kejati Sulsel lalu menemukan inovasi berupa absensi online. Bisa didownload melalui playstore akan tetapi tidak semua bisa masuk karena memiliki username dan password.

Buku Tamu Digital

Bukan hanya absensi online, Bidang Pengawasan Kejati Sulsel juga mempunyai inovasi lain, yakni menerapkan buku tamu digital. Buku tamu digital ini diletakkan di loby kantor Kejati Sulsel.

Semua tamu yang datang akan mengetikkan nama, tujuan dan nomor HP di komputer yang telah disediakan.

Heri mengatakan, tujuan diterapkanya buku tamu digital ini adalah supaya bisa menyimpan seluruh data tamu. Data dari buku tamu digital ini dinilai lebih akurat dan valid dibandingkan buku tamu manual.

“Siapapun tamunya nanti akan diarahkan untuk mengetik nama dan identitas lainya. Identitas tersebut nantinya akan tersimpan di server. Tak hanya identitas, wajah tamu yang ada nanti juga akan secara otomatis tersimpan dalam server tersebut,” ujarnya.