Kejati Sulselbar Buktikan TP4D Efektif

Tidak ada komentar 282 views

Jamintel Adi Togarisman (tengah-baju safari) saat melakukan kunjungan ke Kejati Sulselbar

Jaksa Menyapa – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat mampu membuktikan bahwa keberadaan program Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) kian efektif.

Fakta itu bisa bisa dibuktikan dengan adanya penurunan kegiatan Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan (Lid, Pam dan Gal) di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya (Ipoleksosbud) pada bidang Intelijen Kejati Sulselbar.

Pada semester I tahun 2017, kegiatan Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan oleh jajaran Intelijen Kejaksaan se-Sulsebar sebanyak 283 kegiatan. Jumlah tersebut menunjukkan trend penurunan dari kegiatan operasi intelijen pada tahun 2016 yaitu mencapai 730 kegiatan.

Pelaksanaan operasi intelijen (Lid, Pam, Gal) di bidang Ipoleksosbud antara lain, penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi, pengawasan barang cetakan dan pengawasan aliran kepercayaan masyarakat, serta kegiatan dalam rangka menghadapi potensi Ancaman, Hambatan, Gangguan dan Tantangan (AGHT).

Menurut Kajati Sulselbar, Dr Jan Maringka, trend penurunan kegiatan operadi intelijen di bidang Ipoleksosbud bukanlah berarti menurunnya kinerja bidang intelijen jajaran Kejaksaan se-Sulselbar.

“Sebaliknya hal tersebut menunjukkan semakin efektifnya kinerja TP4D serta sinergitas antara aparatur Kejaksaan dengan Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) sesuai dengan kebijakan penegakan hukum yang telah digariskan oleh Pemerintahan Jokowi-JK,” ujar Kajati Sulselbar Dr Jan Maringka, Rabu (26/7/2017).

Program Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor : KEP-152/A/JA/10/2015 tanggal 1 Oktober 2015 merupakan sebuah paradigma baru di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang tidak lagi bertumpu semata-mata pada upaya penindakan melainkan secara aktif ikut mengawal, mengamankan dan mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya preventif dan persuasif.

Keberadaan TP4D di wilayah Kejaksaan Tinggi Sulawesi dirasakan semakin mendapat sambutan positif dan kepercayaan dari segenap komponen masyarakat dan pelaku pembangunan. Sampai dengan bulan Juli 2017, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) Daerah Kejaksaan Tinggi Sulawesi telah melakukan pedampingan terhadap 99 (Sembilan puluh Sembilan) kegiatan yang terdapat di 24 (dua puluh) empat instansi pemerintah/BUMN/BUMD di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, dengan jumlah total anggaran sebesar Rp. 6.638.770.262.345,- (enam trliyun enam ratus tga uluh delapan milyar tujuh ratus tujuh puluh juta dua ratus enama puluh dua ribu tiga ratus empat puluh lima Rupiah).

Capaian tersebut diimbangi pula dengan pendampingan yang dilakukan oleh Tim TP4D Kejaksaan Negeri se-Sulsebar. Berdasarkan data yang terhimpun pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, pada semester I Tahun 2017 pendampingan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Se-Sulselbar telah mencapai 126 Kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 1.168.379.359.019,- (satu trilyun seratus enam puluh delapan milyar tiga ratus tujuh uluh Sembilan juta tiga ratus lima puluh Sembilan ribu Sembilan belas Rupiah).

Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dari jumlah pendampingan di seluruh Kejaksaan Negeri se-Sulselbar pada tahun 2016 sebesar 142 (seratus empat puluh dua) kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 713.071.425.356,- (tujuh ratus tiga belas milyar tujuh puluh satu juta empat ratus dua puluh lima ribu tiga ratus lima puluh enam Rupiah).