Kejati Sulselbar Sosialisasikan Dana Desa Serentak di 27 Kejari

Makassar (JaksaMenyapa.com) – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat mensosialisasikan penggunaan dana desa serentak di Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (24/8/2017). Sosialisasi itu dilakukan agar dana desa tidak disalahgunakan oleh aparat-aparat desa.

Pada tahun anggaran 2017 ini pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp 60 triliun. Provinsi Sulsel menerima dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk 12 kabupaten yang mencakup 2.257 desa, sedangkan Provinsi Sulbar menerima dana sebesar Rp 461 miliar untuk 5 kabupaten yang mencakup 575 desa.

“Sosialiasi dana desa dilakukan oleh masing-masing Kejari yang berada di wilayah tugas Kejati Sulselbar,” ujar Kepala Kejati Sulselbar Dr Jan Maringka.

Jan Maringka menjelaskan pada sosialisasi itu disampaikan mengenai mekanisme penyaluran dana desa, bagaimana penggunaannya serta cara pelaporannya agar tidak ada penyelewengan. “Kami ingin mengubah paradigma penegakan hukum, dari sekedar penindakan menjadi mengedepankan pencegahan,” kata Jan Maringka.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, banyaknya perangkat desa dan kepala desa yang terlibat korupsi dana desa itu umumnya karena disebabkan ketidaksiapan kepala desa dan perangkat desa dalam mengelola dana desa.

Karena itu Kejaksaan sebagai bagian dari instrumen pemerintah turut berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program pembangunan nasional. Pemberantasan korupsi merupakan salah satu upaya yang saat ini tengah diprioritaskan oleh Korps Adhyaksa untuk mendukung pemerintah memajukan Indonesia.

“Kami sadar tindakan pencegahan tidak populer dibanding dengan penegakan hukum secara represif, karena pendekatan pencegahan memang bekerja dalam senyap sehingga tidak diketahui oleh banyak orang,” ujar Jan.

Kajati Sulselbar berharap para kepala desa dan perangkat desa di wilayah Sulselbar ini tidak bermasalah dengan dana desa. “Karena kunci keberhasilan program dana desa itu ada pada tindakan pencegahan dan pengawasan,” pungkas Jan Maringka. (JM02)