Sepanjang 2018, Kejati Sulsel Pecat 3 Pegawai

Asisten Bidang Pengawas Kejati Sulsel Wito SH

Sepanjang tahun 2018, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah memberikan sanksi kepada 51 pegawai di lingkungan Kejati Sulsel. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya mendapatkan sanksi pemecatan.

Asisten Bidang Pengawas Kejati Sulsel Wito mengatakan, total ada 51 pegawai yang terdiri atas staf tata usaha dan jaksa yang terlibat pelanggaran indisipliner. “Dari 51 orang itu, tiga di antaranya mendapatkan sanksi pemecatan, ujar Aswas Kejati Sulsel Wito SH.

Wito menambahkan pegawai yang mendapatkan hukuman sanksi ringan ada 14 orang yang terdiri atas empat orang pegawai tata usaha dan 10 jaksa. Sementara untuk sanksi sedang ada 17 orang yang terdiri atas lima dari tata usaha dan 12 jaksa.

Selain itu ada 10 jaksa dan tujuh pegawai tata usaha yang mendapatkan sanksi berat dari Kejaksaan Tinggi Sulsel. Rata-rata yang mendapatkan sanksi ini tersebar di Kejaksaan Negeri yang ada di Sulawesi Selatan.

“Terkait disiplin bukan hanya menjadi tugas bidang pengawasan saja tetapi juga merupakan tugas pejabat struktural yang ada pada masing-masing bidang di unit kerja, baik di tingkat Kejari maupun di tingkat Kejaksaan Tinggi,” imbuh Wito.

Selain kasus indisipliner yang terjadi di internal kejaksaan, selama tahun 2018, Bidang Pengawasan Kejati Sulsel mendapatkan 33 laporan pengaduan dari masyarakat terkait kinerja jaksa.

Dari 33 laporan pengaduan ini, sudah ada 26 yang telah diklarifikasi dan dua di antaranya dinyatakan berkasus. Selain itu ada lima laporan yang telah diusulkan untuk ditangani Jamwas Kejagung RI.

“Harapan ke depan 2019, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan harus lebih baik daripada tahun sebelumnya terutama disiplin, datang jam kerja, pulang kantor produktivitas, kinerjanya secara individu baik,” pungkasnya. (gus)