Sinergitas Kejati Sulsel dan Universitas Hasanudin, Bangun Gedung Pusat Kajian Kejaksaan

oleh

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) Jan Samuel Marinka bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Prof. Farida Patittingi  meletakkan batu pertama pembangunan gedung Pusat Kajian Kejaksaan, Selasa (16/5/2017).

Keberadaan Gedung Pusat Kajian Kejaksaan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional dan sebagai wujud acuan terlengkap kepustakaan tentang Kejaksaan dalam berbagai bentuk karya ilmiah dalam rangka mendukung penguatan Kejaksaan secara kelembagaan. Ruang seluas 100 meter terbagi atas dua lantai ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas perkantoran serta kantin kejujuran yang dapat digunakan oleh civitas akademika FH Unhas.

Jan Samuel Marinka menginginkan gedung yang dibangun dapat dijadikan sebagai pusat kajian yang khusus membahas kejaksaan. “Segala bentuk disertasi, tesis dan karya ilmiah lainnya mengenai kejaksaan bisa terkumpul, baik yang ditulis oleh elemen masyarakat, warga kejaksaan pemerhati kejaksaan,” tuturnya.  Hasil kajian nantinya, dapat membawa perubahan tentang posisi kejaksaan dalam sistem ketatanegaraan dan penguatan fungsi kejaksaan dalam berbagi regulasi-regulasi yang ada.

Dengan pembangunan Pusat Kajian Kejaksaan, perguruan tinggi dan kejaksaan dapat saling bersinergi. “Pusat Kajian Kejaksaan di FH-UH merupakan bagian dari menyinergikan perguruan tinggi dengan kejaksaan karena fakultas kita mengkaji keilmuaan kejaksaan,” ujarnya.

Pembaruan Kejaksaan harus berjalan dalam sebuah grand design yang bukan saja merupakan tanggung jawab jajaran Korps Adhyaksa, melainkan melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta komponen masyarakat. Keberadaan Pusat Kajian Kejaksaan menunjukkan bahwa peranan dunia kampus dalam peegakan hukum lebih dari sekedar instrumen kontrol melalui suara kritis yang disampaikan oleh para mahasiswa, melainkan juga dapat berkontribui menyumbangkan pemikiran dan gagasan segar yang dibutuhkan dalam penguatan institusi Kejaksaan.

Acara peletakan batu pertama tersebut itu disaksikan pula oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI Sumarno, SH.MH serta jajaran Kejati Sulsel dan segenap Civitas Akademika FH Unhas.Dalam sambutannya, Ketua Komisi Kejaksaan RI memyambut baik pembangunan Gedung Pusat Kajian Kejaksaan tersebut, sehingga dapat semakin meningkatkan esksistensinya dalam menyumbangkan berbagai kajian akademik bagi kemajuan institusi Kejaksaan.

Sebelum dibangun gedung Pusat Kajian Kejaksaan ini, pada Senin 14 Maret 2016 silam, Jaksa Agung, HM Prasetyo telah menandatangani prasasti Pusat Kajian Kejaksaan di Unhas. Pusat Kajian Kejaksaan ini bekerja sama dengan Kejaksaan Agung yang merupakan program pertama di Indonesia.

“Menjadi kehormatan kami pusat kajian kejaksaan ini di tempatkan di Unhas, karena ini adalah pertama kali dan satu-satunya di Indonesia,” ucap Rektor Unhas Prof Dwi Aries Tina Palubuhu.

Pusat kajian tersebut itu terealisasi karena dukungan Jaksa Agung dengan atensi cukup besar terhadap bidang pendidikan, mengingat saat masih menjabat Kajati Sulselbar 2003 lalu, Prasetyo telah merintis kerja sama pendidikan strata dua (S2) khusus jaksa di Unhas.

 

“Dengan hadirnya pusat kajian kejaksaan ini kami berharap agar mahasiswa hukum dapat menumbuhkankembangkan sikap anti korupsi dan menjunjung tinggi integritas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *