TIM PENKUM KEJATI SULUT SOSIALISASIKAN PERAN LEMBAGA PERLINDUGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM KEGIATAN JAKSA MASUK SEKOLAH DI SMAN 6 DAN SMKN 9 MANADO

oleh

Tim Penyuluhan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH., Kepala Seksi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna Ikent Pelealu, SH.MH, Reny Hamel, SH, Heskiel Sumombo, SH, Augustinus Nong dan Tertius Lumimbus, Jumat (9/11/2018) melaksanakan Penyuluhan Hukum (Luhkum) Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Aula SMA 6 Manado yang di hadiri oleh gabungan siswa-siswi SMAN 6 dan SMKN 9 Manado.

Diadapan siswa-siswi, Kasi Penkum Yoni E. Mallaka, SH selaku Narasumber, menjelaskan bahwa jika seseorang terlibat dalam masalah hukum baik sebagai Saksi maupun Korban, ada Lembaga Negara yang  bertugas dan berwenang untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak kepada Saksi dan/atau Korban yaitu Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal ini diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Lebih lanjut, Mallaka menjelaskan bahwa dalam rangka membuka akses secara luas kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan, terhitung sejak tanggal 12 Agustus 2018 LPSK telah menyelenggarakan layanan hotline/call center “148” dan aplikasi penerimaan permohonan online yang bisa di unduh melalui playstore.

“Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengajukan permohonan perlindungan, melakukan kosultasi dan mendapatkan informasi sekaligus mengetahui status permohonan perlindungan dari pemohon atau masyarakat yang membutuhkan layanan perlindungan LPSK,” terang Mallaka.

Diakhir pemaparannnya, Mallaka berharap semoga dengan adanya program ini dapat menggugah kesadaran hukum masyarakat untuk bersaksi dan menyampaikan permohonan perlindungan demi terciptanya penegakan hukum yang transparan, akuntabel dan tidak memihak.

Sementara itu Kepala Seksi E Khathryna Ikent Pelealu, SH.MH  yang juga tampil sebagai narasumber, mengatakan bahwa berdasarkan pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kejaksaan RI, salahsatu tugas Kejaksaan RI di bidang ketertiban dan ketentraman umum adalah turut menyelenggarakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat.

Peningkatan kesadaran hukum masyarakat tersebut kata Ikent, dilaksanakan salahsatunya dengan Program JMS saat ini. JMS merupakan salahsatu program unggulan Kejaksaan RI dalam rangka menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik.

Lebih lanjut Ikent menjelaskan bahwa ada banyak definisi hukum menurut para ahli tetapi hukum itu dalam arti yang sederhana adalah aturan yang jika dilanggar ada sanksinya. Ikent  lalu mencontohkan beberapa aturan yang ada di lingkungan sekolah yang bila dilanggar pasti ada sangsi dari pihak sekolah, seperti terlambat masuk sekolah, bolos sekolah, merusak fasilitas sekolah, mencoret-coret dilingkungan sekolah serta menggunakan atribut sekolah  tidak sesuai aturan dari sekolah yang bersangkutan.

Ikent kemudian menjelaskan tentang beberapa tindak pidana yang banyak melibatkan generasi muda dewasa ini yakni penyalahgunaan Narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, percabulan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tidak mengenakan helm. Ada juga yang menjadi korban Trafiking (perdagangan orang) serta memposting konten-konten berupa kata-kata, video ataupun gambar yang tidak layak di media sosial.

“Untuk adik-adik yang hadir disini, saya harap tidak ada yang akan terlibat dalam hal-hal tersebut. Itu hanya akan merusak masa depan adik-adik. Tugas adik-adik adalah belajarlah dengan baik dan belajarlah dengan giat dan jangan sampai terjerumus kepada dalam hal-hal yang tidak baik tersebut” tegas Ikent

Diakhir pemaparannya Iket memberikan tips agar siswa-siswa terhindar dari hal-hal yang tidak baik yaitu : Dengar-dengaran kepada orang tua dan guru ; Membentuk ketahanan diri melalui kegiatan-kegiatan kerohanian; Pintar memilih teman dan terakhir Melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan olahraga dan kesenian.

Selesai pemaparan oleh para narasumber, dilanjutkan dengan tanya jawab, dan setiap pertanyaan dari para siswa langsung di jawab oleh narasumber.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang positif dari Kepala SMAN 6 Manado Drs. Sammy Prang yang mengatakan bahwa Penyuluhan Hukum seperti ini baik sekali dilakukan berulang-ulang supaya siswa-siswi terhindar dari hal-hal yang melanggar hukum dilingkungan sekolah, lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Sammy juga menyampaikan  terimakasih dan apresiasi kepada Tim Penyuluhan Hukum Kejati Sulut yang telah melaksanakan penyuluhan hukum di SMA Negeri 6 dan SMKN 9 Manado.

Kegiatan berlangsung dengan baik, dan lancar serta dihadiri oleh sekitar 100 orang siswa-siswi. Sebelum menuju kelas masing-masing semua siswa-siswi di beri kesempatan secara bergantian untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang di bawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *