Jaksa Menyapa
Berita

Kejagung Buka Seminar Pengusulan R. Suprapto Sebagai Pahlawan Nasional

PenkumJambi –
Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH. MH. membuka Seminar Pengusulan Jaksa Agung R. Soeprapto sebagai Pahlawan Nasional yang dilaksanakan secara virtual dari ruang kerja di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kejaksaan Agung Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu, 17 Maret 2021.
Mengawali sambutannya, Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH. MH. memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala rahmat dan perlindungan-Nya, meskipun di tengah keterbatasan karena pandemi Covid-19, pada pagi yang berbahagia ini kita dapat bersama-sama menghadiri “Seminar Pengusulan Jaksa Agung R. Soeprapto sebagai Pahlawan Nasional”.
“Atas nama pimpinan Kejaksaan RI maupun selaku pribadi, saya menyambut baik dan mengapresiasi kepada Panitia Penyelenggara dari Kejaksaan Agung dan Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dengan asistensi Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MaPPI-FH UI) yang telah menyelenggarakan forum yang begitu penting ini. Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta sekalian dapat memanfaatkan untuk menyerap informasi dan pengetahuan berharga dari para narasumber dalam mengenang kontribusi Jaksa Agung R. Soeprapto sebagai pahlawan penegakan hukum di Indonesia,” kata Jaksa Agung RI.
Dalam seminar ini, Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH. MH. menyampaikan peran dan sosok Jaksa Agung R. Soeprapto bagi bangsa dan negara Indonesia. Seperti kita ketahui, R. Soeprapto merupakan Jaksa Agung Republik Indonesia ke-4 pada periode 1950-1959. “Beliau semasa hidupnya dikenal sebagai figur yang tegas, berwibawa, dan gigih dalam mempertahankan serta menjunjung tinggi hukum di Indonesia. Bahkan beliau tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan pendiriannya,” Sebutnya.
Mengakhiri sambutannya, Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH. MH. petuah bijak R. Soeprapto sebagai inspirasi bagi kita bersama: “Demi keadilan, perkara apa pun wajib diputus secara bijak. Pihak yang bersalah harus dihukum setimpal”. Tegas Dr. Burhanuddin SH. MH.(*)