Jaksa Menyapa
Jaksa Masuk SekolahKejari

Temukan HP Jaksa Terjatuh di Mandiangin, Dua Siswa SD Dapat Penghargaan dari Kejari Sarolangun

Temukan HP Jaksa Terjatuh di Mandiangin, Dua Siswa SD Dapat Penghargaan dari Kejari Sarolangun

Penkum Jambi – Kejari Sarolangun memberikan apresiasi penghargaan kepada dua siswa SD negeri 125 kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun.

Kepala Kejaksaan Negeri Sarolangun Bobby Ruswin melalui kasi Intel Rendy Winata mengatakan, pada malam minggu lalu jaksa Hendri Ari Tonang bersama kasi Intel, saat itu hendak menuju titik kumpul pemberian bantuan sosial yang disalurkan oleh Kejati dan pemkab di kecamatan Mandiangin.

Ia menyebutkan, saat itu rombongan jaksa Kejari Sarolangun sempat mampir ke Polsek Mandiangin, sesambil menunggu kedatangan Kejati dan rombongan pemkab, dikarenakan salah satu mobil rusak dan harus menunggu jemputan dari titik kumpul.

Setelah ada jemputan, dan pergi meninggalkan Polsek, Handphone android Hendri Ari Tonang terjatuh tanpa sadar di sekitar Polsek dan di temukan oleh dua orang anak kelas empat SD negeri 125 kecamatan Mandiangin.

“Sempat di telepon. Namun tak ada jawaban dari handphone jaksa Hendri Ari Tonang, setelah satu jam ada yang menghubungi, ternyata handphone tersebut sudah di kembalikan oleh dua anak SD yang jujur itu kepolsek Mandiangin,” ungkap Rendy Winata, Rabu (3/3/2021).

Ia menyatakan, dua anak tersebut bernama Emita Sari dan Rehan Damanik, dua anak tersebut itulah yang menemukan handphone jaksa yang terjatuh di sekitar Polsek.

“Saat hendak mengembalikan hp itu, dua anak tersebut sempat di tawari oleh orang lain agar hp itu dikembalikan melalui orang lain. Namun sangking jujurnya anak itu ingin mengembalikan hp itu sendiri ke Polsek,” katanya.

Atas kejujuran dua anak tersebut, kejaksaan negeri Sarolangun memberikan apresiasi penghargaan atas dedikasi kejujuran kepada Emita Sari dan Rehan Damanik.

Selain itu, pihak kejaksaan negeri Sarolangun juga melaksanakan program jaksa masuk sekolah yang juga dilakukan di SD 125 kecamatan Mandiangin untuk memberikan penyuluhan hukum yakni program jaksa masuk sekolah secara muda agar dapat di cerna oleh anak-anak sekolah dasar tersebut.