Jaksa Menyapa
Berita Kejati Banten

TIM PENYIDIK KEJATI BANTEN KEMBALI MENAHAN 1 (SATU) ORANG TERSANGKA DUGAAN TIPIKOR PADA PT. INDOPELITA AIRCRAFT SERVICES (PT. IAS)

Bahwa Pada hari Kamis tanggal 07 April 2022 bertempat di Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak melakukan konferensi pers tentang perkembangan dugaan Tindak Pidana Korupsi pada PT. Indopelita Aircraft Services (PT. IAS) berkaitan dengan Penerbitan dan Pembayaran Pekerjaan PT. IAS pada Kilang Pertamina Internasional (PT. KPI) Balongan Refinery Unit (RU) VI Tahun 2021.

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Banten berdasarkan hasil penyidikan dengan didukung alat bukti yang kuat kembali menetapkan 1 (satu) orang tersangka yaitu IF (Vice President Business Development PT. IAS) dan terhadap Tersangka IF dilakukan penahanan Rutan selama 20 (dua puluh) hari terhitung tanggal 07 April 2022 sampai dengan 27 April 2022 di Rutan Kelas IIB Pandeglang.

Kepala Kejaksaan Tinggi menyampaikan bahwa peranan Tersangka IF selaku Vice President Business Development PT. IAS bersama-sama dengan Tersangka SY selaku Direktur Keuanga PT. IAS merencanakan melakukan percepatan dan fasilitasi (Kontrak maupun SPK, serta menerima keuntungan. Selain itu Tersangka IF berkomunikasi secara intens dengan Tersangka AC selaku Direktur Utama PT. AKTN terutama dalam pemenuhan dokumen kajian pada tahap inisiasi perkerjaan sehingga memuluskan perbuatan SPK fiktif sampai dengan proses pencairan ataupun pembyaran SPK fiktif dimaksud. Tersangka IF diduga menerima uang atau gratifikasi dari pencairan atas pembayaran SPK Fiktif tersebut.

Bahwa terhadap tersangka IF dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari terhitung tanggal 07 April 2022 sampai dengan 27 April 2022 di Rutan Kelas IIB Pandeglang.

Adapun alasan penahanan terhadap tersangka adalah :
1. Alasan Subyektif (berdasarkan pasal 21 ayat 1 KUHAP) yaitu : Dalam hal kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.
2. Alasan obyektif (berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP) yaitu : Tindak Pidana itu diancam dengan pidana penjara 5 tahun lebih.

Berdasarkan hasil penyidikan ditemukan modus operandi bahwa sekira bulan Juli tahun 2021 PT Indopelita Aircraft Services (PT. IAS) yang merupakan Anak Perusahaan PT Pelita Air Services (PT. PAS) telah menerbitkan 3 (tiga) Kontrak/Surat Perintah Kerja kepada rekanan PT. EVTECH dan PT. AKTN seolah-olah Kontrak tersebut benar adanya untuk mengadakan pekerjaan paket 3D Pack dan Aplikasi/Software AMIS untuk memenuhi pekerjaan pada PT.Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan, namun kenyataanya terhadap 3 (tiga) kontrak tersebut tidak pernah ada dan terhadap 2 (dua) dari ke-3 SPK tersebut telah dilakukan pembayaran. Diduga bahwa perbuatan tersebut telah terjadi Peristiwa Pidana mengarah kepada Tindak Pidana Korupsi (melanggar Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Nomor A5-001/I00100/2019-S9 (Pertamina Procurement Excellence Center Direktorat Manajemen Aset) berdasarkan Keputusan Direktur Manajemen Aset PT Pertamina) yang mengakibatkan terjadinya Kerugian Keuangan Negara PT. Indopelita Aircraf Services (PT. IAS) ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

Bahwa dari hasil pembayaran pekerjaan Fiktif tersebut, tersangka AC telah membagi-bagikan sejumlah uang kepada beberapa pihak yaitu :
a. Kepada tersangka DS selaku Senior Manager Operation & Manufacture PT. KPI RU VI Balongan.
b. Kepada tersangka SY selaku Direktur Keuangan PT. IAS
c. Kepada tersangka SS selaku Presiden Direktur PT. IAS
d. Kepada tersangka IF selaku Vice President Business Development PT. IAS)

Bahwa sebelumnya pada hari Rabu tanggal 06 April 2022 kemarin, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Banten telah menetapkan 4 (empat) orang sebagai tersangka yaitu :
1. DS selaku Senior Manager Operation & Manufacture PT. KPI RU VI Balongan
2. SY selaku Direktur Keuangan PT. IAS
3. SS selaku Presiden Direktur PT. IAS dan
4. AC selaku Direktur Utama PT. AKTN
Oleh karena itu, saat ini Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Banten telah menetapkan 5 (lima) orang Tersangka terdiri dari: 3 (tiga) orang Tersangka dari PT. IAS, 1 (satu) orang Tersangka dari KPI RU VI Balongan, dan 1 (satu) orang dari pihak swasta yaitu PT. AKTN, ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Sumber : Kejati Banten

Related posts

KONFERENSI PERS CAPAIAN KINERJA KEJAKSAAN TINGGI BANTEN PERIODE TAHUN 2022

Redaksi Banten

SIDANG PEMBACAAN DAKWAAN ATAS NAMA TERSANGKA RS

Redaksi Banten

Kunjungan Tim Evaluator KEMENPAN RB di Kejaksaan Tinggi Banten

Redaksi Banten